Sukses Dunia Akhirat dan Ilmu Bermanfaat


Entah kenapa di sore yang cerah ini, dengan suasana perpustakaan pusat kampus yang tenang gue tiba-tiba kepikiran utuk nulis. bukan nulis sih tepatnya tapi sharing, gue bakal berbagi tentang apa yang gue dapat di Madin (Madrasah Diniyah)komplek Q PP. Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta minggu kemarin. Kalau dibilang late post sih ini emang late post banget, karena gue harusnya nulis ini tuh paginya sehabis Madin. tapi nggak papa lah ya daripada nggak di posting. Soalnya menurut gue para pembaca dari blog gue ini juga harus tahu apa yang disampaikan Ustadz gue Bp. Yusuf Muhammad.

Di Madrasah Diniyah malam Ahad Pak Yusuf seperti biasanya bercerita banyak dan panjang lebar. Beliau menangani mata pelajaran Tauhid di kelas awwal. Jarang sekali atau bisa dibilang sedikit kita maknani (mengartikan/mengenterprentasi) kitab, lebih banyak kita mendengarkan  ceritanya Pak Yusuf. Akan tetapi cerita dari Bapaknya ini syarat akan makna dari Tauhid itu sendiri.

Malam itu, seperti biasa di jam pertama ada sesuatu yang patut untuk dikenang sampai diresapi dari cerita yang diceritakan Pak ustadz Yusuf, yaitu tentang Bagaimana kita bisa sukses Fidun ya wal akhiroh dan bagaimana supaya ilmu kita bermanfaat. Kuncinya adalah :
1. Ojo wani lan nyakiti atine wong tuo
     (Jangan berani dan menyakiti hati orang tua)
2. Ojo pisan-pisan ngrasani gurune
     (Jangan sekali-kali membicarakan sang guru/ustadz di belakang)

Memang ke duanya itu simple tapi untuk melakukannya itu tidak bisa dianggap remeh, apalagi kita secara tidak sadar sering menyakiti hati orang tua, mulai dari bicara sampai sikap kita terhadap ke dua orang tua.
Sedangkan untuk poin yang ke 2 itu juga sulit banget dikhindari. Apalagi pas di sekolah atau kampus ketemu guru killer dan dosen yang kadang suka menjengkelkan, kita pasti ngomongin sang Guru/Dosen itu beginilah begitulah dll.

Tapi bagaimanapun jika ingin sukses dunia akhirat kunci pertama adalah orang tua. karena Ridha Allah juga Ridho orang tua, jadi kita sebaiknya hati-hati jika berbicara terhadap orang tua. sedang bila ingin ilmu kita manfaat sebaiknya kita menghormati guru-guru kita.

Selain ke dua unsur itu kita juga butuh yang namanya Ikhlas/ Khidman dalam menjalani hidup ini, seperti yang Imam Al-Ghazali katakan (maaf gue lupa kutipannya). Intinya bagaimana kita iklas dalam menjalani hidup kita akan takdir Allah. Wallahu'alam..

Tidak ada komentar